Jakarta, – Sebuah catatan sejarah baru tercipta di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia. Sosok Brigjen Pol. Wibowo, S.I.K., M.Hum., menjadi sorotan setelah resmi mengemban amanah sebagai Direktur Registrasi dan Identifikasi (Diregident) Korlantas Polri sejak Desember 2025.

Langkah karier jenderal bintang satu ini dianggap unik dan mencetak sejarah tersendiri. Lazimnya, seorang perwira tinggi yang pernah menjabat sebagai Wakapolda akan membidik posisi Kapolda atau jabatan bintang dua (Irjen) lainnya sebagai jenjang berikutnya. Namun, Brigjen Pol. Wibowo menunjukkan prinsip yang berbeda. Baginya, jabatan bukanlah sesuatu yang diminta, melainkan amanah Tuhan yang harus dijalankan dengan penuh integritas.

Loyalitas dan Keahlian di Bidang Lalu Lintas

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 ini memang dikenal memiliki spesialisasi dan pengalaman luas di bidang lalu lintas. Sebelum dipercaya menjabat sebagai Diregident, ia mengabdikan diri sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jawa Barat. Selama masa pengabdiannya, ia dikenal sebagai sosok yang tidak bisa diam, selalu berinovasi, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap pimpinan serta organisasi.

Banyak program kerja yang digagasnya sukses memberikan dampak positif bagi pelayanan publik. Dedikasi inilah yang membuatnya kembali ditarik ke Korlantas Polri untuk memperkuat sistem registrasi dan identifikasi kendaraan serta pengemudi secara nasional.

Melanjutkan Estafet Kepemimpinan

Menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Brigjen Pol. (Purn) Yusri Yunus, kini tanggung jawab besar berada di pundak Brigjen Pol. Wibowo. Sebagai Diregident, ia memegang peran krusial dalam memastikan fungsi registrasi kendaraan bermotor dan pelayanan SIM di seluruh Indonesia berjalan modern dan transparan.

Meski jalur kariernya terbilang langka dari kursi Wakapolda kembali menjadi Direktur di Mabes Brigjen Pol. Wibowo membuktikan bahwa kualitas seorang prajurit Bhayangkara tidak ditentukan dari gengsi jabatan, melainkan dari besarnya kontribusi yang diberikan kepada masyarakat dan negara.

(Red/Rezha LDD)