Bandung, April 15 2026 – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mencatat penurunan signifikan angka kejahatan jalanan selama masa libur Lebaran tahun ini. Hal tersebut merupakan hasil evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 merupakan operasi kemanusiaan dengan dua fokus utama: menjamin keselamatan lalu lintas serta menjaga keamanan masyarakat dari tindak kriminalitas.
“Operasi Ketupat Lodaya bukan hanya tentang pengamanan arus mudik dan balik. Kami juga menaruh perhatian besar untuk menekan kejahatan yang meresahkan masyarakat, khususnya kategori C3, yaitu pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor),” ujar Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan di Mapolda Jabar, Rabu (15/4/2026).
Penurunan Kasus Secara Statistik
Berdasarkan data Biro Operasi Polda Jabar, total laporan kejahatan C3 selama operasi tahun ini tercatat sebanyak 110 kasus. Angka ini menunjukkan penurunan tajam dibandingkan periode sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 tercatat 240 kasus, sementara pada tahun 2024 terdapat 189 kasus.
”Dari evaluasi statistik, penurunan ini sangat nyata. Ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran kepolisian di wilayah Jawa Barat dalam menjaga kondusivitas selama momentum mudik,” tambahnya.
Rincian Kasus dan Keberhasilan Pengungkapan
Secara rinci, kasus C3 pada Operasi Ketupat Lodaya 2026 terdiri dari:
* Curas: 7 kasus (11 kasus berhasil diungkap).
* Curat: 81 kasus (50 kasus berhasil diungkap).
* Curanmor: 22 kasus (46 kasus berhasil diungkap).
Selain penurunan jumlah laporan, Polda Jabar juga mencatat performa gemilang dalam hal pengungkapan kasus. Jumlah kasus yang terungkap dalam beberapa kategori bahkan melampaui jumlah laporan yang masuk pada periode operasi tersebut, yang menunjukkan keberhasilan polisi dalam mengungkap pelaku dari laporan-laporan sebelumnya.
Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan menyebutkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari penguatan patroli di titik rawan serta koordinasi intensif antar satuan reserse kriminal (reskrim) di seluruh wilayah Jawa Barat.
“Peningkatan pengungkapan kasus ini sangat penting. Ini menunjukkan respons cepat jajaran reskrim terhadap setiap laporan masyarakat. Ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran kepolisian di wilayah Jawa Barat,” pungkasnya.
(Red/Rezha LDD)

















Tinggalkan Balasan