Raja Ampat, – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, pada Rabu (22/4/2026). Kedatangan Wapres Gibran di Bandara Marinda disambut langsung oleh Kapolres Raja Ampat, AKBP Jems Oktovianus Tegai, S.I.K., beserta jajaran unsur pimpinan daerah.
Dalam kunjungan ini, Wapres didampingi oleh sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, Velix Wanggai. Turut mendampingi pula Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Gatot Haribowo, S.I.K., M.A.P.
Kunjungan kerja ini difokuskan untuk meninjau langsung implementasi berbagai program strategis pemerintah pusat di wilayah timur Indonesia. Agenda utama Wapres diawali dengan memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dan Pendidikan Gratis di SDN 2 Waisai.
Selain sektor pendidikan, Wapres juga menaruh perhatian pada penguatan ekonomi pesisir melalui peninjauan pengembangan Koperasi Merah Putih di sektor kampung nelayan. Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan pengecekan fasilitas kesehatan di RSUD Raja Ampat guna memastikan kualitas layanan publik bagi masyarakat setempat tetap optimal.
Guna memastikan kelancaran acara, Kapolres Raja Ampat AKBP Jems Oktovianus Tegai menegaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel di berbagai titik strategis melalui pola pengamanan terbuka maupun tertutup.
“Kami pastikan seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja Wakil Presiden berjalan dengan aman dan lancar. Seluruh personel telah kami tempatkan sesuai dengan ploting tugas dan tanggung jawab masing-masing, termasuk pengamanan jalur yang dilalui rombongan,” ujar AKBP Jems Oktovianus Tegai.
Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan dukungan hangat dari masyarakat menjadi kunci suksesnya kunjungan ini. Diharapkan, program-program pusat dapat terserap optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah yang dijuluki “Surga Terakhir” di bumi ini.
(Red/Rezha LDD)

















Tinggalkan Balasan