Gorontalo – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN) Counter Polri, Agus Flores, menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam menjaga stabilitas nasional. Ia menyerukan kepada para ulama dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di seluruh Indonesia untuk memberikan dukungan moral kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Agus Flores menilai, Kapolri merupakan figur yang memiliki kedekatan historis dan kultural dengan kedua organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terbesar di Indonesia tersebut. Atas dasar itulah, sinergi dan soliditas antara tokoh agama dan institusi kepolisian dinilai krusial, terutama dalam menghadapi dinamika isu nasional.
“Para ulama se-Indonesia diharapkan dapat ikut mengawal kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Mengingat kedekatan beliau sebagai bagian dari keluarga besar NU dan Muhammadiyah, dukungan moral ini sangat penting,” ujar Agus Flores dalam keterangan resminya di Gorontalo, Selasa (26/5/2026).
Lebih lanjut, Agus mengingatkan seluruh elemen di dalam kedua ormas tersebut untuk tetap solid. Ia mengimbau agar tidak ada pihak yang melakukan tindakan spekulatif atau provokatif yang dapat melemahkan posisi dan marwah pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara tersebut.
“Jangan ada anggota NU maupun Muhammadiyah yang mencederai komitmen bersama atau melemahkan posisi Jenderal bintang empat ini,” tegas Agus.
Di akhir keterangannya, Agus Flores berharap seluruh elemen bangsa dapat mendukung langkah-langkah Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, serta selalu mengedepankan semangat persaudaraan. Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam demokrasi, namun jangan sampai memicu perpecahan.
“Mari bersama menjaga persatuan, menghormati ulama, dan mendukung aparat keamanan demi keutuhan NKRI,” tambahnya.
Sebagai informasi, PW-FRN bergerak sebagai mitra strategis dalam mengawal, mengonfirmasi, dan memberikan perimbangan informasi terkait isu-isu kepolisian. Langkah ini konsisten dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan, marwah institusi, serta mempertahankan tingkat kepercayaan publik terhadap program-program strategis yang sedang dijalankan oleh Polri.
(Red/Rezha LDD)

















Tinggalkan Balasan