Pontianak, – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, Ph.D., memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ruang Rapat Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat. (Kamis, 16/4/2026).
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., Forkopimda Provinsi Kalbar, dan Stakeholder terkait.
Dalam arahannya, Menteri Kehutanan menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi terhadap potensi fenomena El Niño dan kemarau panjang yang diprediksi akan meningkatkan risiko karhutla sepanjang tahun 2026.
“Sebagai langkah mitigasi, Pemerintah akan memperkuat patroli terpadu di wilayah gambut serta menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menciptakan hujan buatan sebagai langkah antisipasi dini.” Ungkapnya.
Senada dengan kebijakan tersebut, Kapolda Kalbar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menyatakan kesiapan penuh jajarannya dalam mendukung kebijakan pusat, terutama dalam aspek pencegahan dan penegakan hukum. Ia menginstruksikan penguatan personel dari tingkat Polres hingga Polsek untuk melakukan edukasi masif kepada masyarakat. Namun, ia juga memberikan peringatan keras terhadap para pelaku pembakaran lahan.
”Polri tidak akan segan melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu. Siapa pun, baik korporasi maupun individu yang sengaja membakar lahan, akan kami proses hukum,” ujar Irjen Pol. Pipit Rismanto.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kunci keberhasilan penanganan karhutla tahun ini adalah merobohkan ego sektoral. Sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) harus berjalan dalam satu komando yang solid agar pemadaman dan pencegahan bisa dilakukan secara cepat dan tepat.
Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pihak Kepolisian juga akan mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk memantau titik panas (hotspot).
”Polda Kalbar terus memonitor situasi lapangan secara real-time. Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja sama dan segera melaporkan jika melihat adanya aktivitas pembakaran lahan. Kolaborasi adalah kekuatan utama kita dalam menjaga langit Kalimantan Barat tetap biru dan bebas asap,” Ungkap Bambang.
Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan bagi seluruh Instansi terkait untuk segera memetakan wilayah rawan dan menyiagakan personel serta peralatan pemadaman guna menghadapi puncak musim kemarau mendatang.
(Red/Rezha LDD)

















Tinggalkan Balasan