Gorontalo, – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW-FRN) Counter Polri, Agus Flores, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Kapolda Gorontalo dalam memberantas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Pohuwato.
Langkah tegas jajaran Polda Gorontalo dalam menertibkan alat berat (excavator) di lokasi tambang ilegal dinilai sebagai bukti nyata keseriusan aparat dalam menegakkan hukum dan menjaga kelestarian lingkungan.
Agus Flores menyatakan bahwa tindakan Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo, S.I.K., S.H., patut didukung oleh seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, persoalan tambang ilegal tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga memicu konflik sosial serta merugikan negara.
“Kami mengapresiasi komitmen Kapolda Gorontalo yang konsisten melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI. Ini menunjukkan keseriusan kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan menegakkan aturan,” ujar Agus Flores dalam keterangannya, Minggu (3/4/2026).
Selain mendukung penindakan, PW-FRN juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika menemukan aktivitas tambang ilegal di wilayahnya. Ia menekankan bahwa pemberantasan PETI membutuhkan sinergi kuat antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat agar penanganannya lebih efektif dan berkelanjutan.
Diketahui, dalam beberapa waktu terakhir Polda Gorontalo intensif melakukan operasi penertiban di sejumlah titik tambang ilegal di Pohuwato. Fokus pengawasan diarahkan pada alat berat (Excavator), jalur distribusi logistik, serta dugaan jaringan pendukung aktivitas PETI.
Agus Flores menambahkan bahwa sebagai organisasi yang memiliki jaringan luas, pihaknya kerap menerima laporan mengenai carut-marut pertambangan, mulai dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) hingga konflik yang terjadi antara korporasi dan masyarakat penambang lokal.
“Laporan-laporan dari daerah, termasuk Gorontalo, terus kami pantau melalui jajaran kepengurusan di tingkat provinsi. Kami akan terus mendukung Polri dalam menciptakan tata kelola pertambangan yang sesuai aturan,” tutupnya.
(Red/Rezha LDD)

















Tinggalkan Balasan