Raja Ampat, – Polres Raja Ampat menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 di halaman Mapolres Raja Ampat, Rabu (20/5/2026). Upacara khidmat yang mengusung tema ‘Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara’ ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Raja Ampat, AKP Muhadi S.H., selaku Inspektur Upacara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, serta pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945 oleh Iptu Sabri Tarafanur, S.H. Bertindak sebagai Komandan Upacara, Ipda Endra Risky Putra S.Tr.I.K. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) serta personel Polres Raja Ampat dengan penuh semangat dan disiplin.

Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI yang dibacakan oleh Wakapolres Raja Ampat, disampaikan bahwa Harkitnas menjadi momentum refleksi semangat persatuan sejak berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908.

“Tepat pada hari ini, kita merefleksikan kembali momentum fundamental berdirinya Boedi Oetomo tahun 1908 yang menjadi tonggak kesadaran berbangsa dan persatuan nasional,” ujar AKP Muhadi.

Ia menekankan bahwa pada tahun 2026, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. ‘Tema Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara’ dipilih untuk menegaskan pentingnya melindungi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Pemerintah sendiri terus memperkuat sumber daya manusia melalui berbagai program strategis, seperti makan bergizi gratis, pemerataan pendidikan, hingga penguatan ekonomi desa. Selain itu, perlindungan anak di ruang digital kini diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).

“Melalui kebijakan ini, kita memastikan anak-anak Indonesia dapat mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya,” tegas Wakapolres.

Menutup amanatnya, AKP Muhadi mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Harkitnas sebagai penguat solidaritas sosial dan literasi digital.

“Kebangkitan Nasional adalah milik kita bersama. Bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, hingga berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia,” tutupnya.

(Red/Rezha LDD)