
JAKARTA — Tren peredaran narkotika bergerak sangat dinamis. Jika dulu barang haram ini identik dengan bentuk serbuk dan pil, kini narkoba telah menyamar dalam bentuk asap wangi (vape) hingga kemasan elegan yang mengecoh masyarakat.
Di tengah situasi yang kian mengkhawatirkan ini, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) terus memperkuat komitmennya. Melalui kerja sama lintas instansi, sejumlah kasus besar berhasil dibongkar demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba.
Kepala BNN RI, Komjen Pol. Dr. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak boleh hanya berfokus pada penangkapan para pengedar.
”Ini bukan cuma soal kriminalitas, tapi soal kemanusiaan,” ujar Komjen Pol. Suyudi tegas.
Oleh karena itu, langkah strategis BNN RI kini seimbang antara penindakan hukum secara tegas dan sosialisasi masif kepada generasi muda mengenai bahaya narkoba.
Langkah progresif BNN RI ini mendapat apresiasi dan sorotan positif dari Agus Flores. Ia menilai, kolaborasi erat antar-instansi yang dilakukan BNN RI telah membuahkan hasil nyata di lapangan. Pergerakan cepat ini juga dinilai sejalan dengan visi Asta Cita yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Selain penegakan hukum, Agus Flores juga memuji hadirnya Layanan Layanan Kontak Center 184 yang disediakan BNN RI. Layanan ini dinilai sangat membantu para pengguna atau keluarga korban narkoba untuk mendapatkan akses informasi dan pertolongan pertama dengan cepat.
Lebih lanjut, Agus Flores menekankan pentingnya aspek rehabilitasi sebagai pilar penyelamatan para korban ketergantungan obat-obatan terlarang dan narkoba. BNN RI diharapkan dapat terus mendorong para korban untuk mau mengikuti program rehabilitasi yang telah disediakan.
Namun, agar program ini berjalan maksimal ke depannya, Agus Flores memberikan catatan penting terkait infrastruktur penunjang di daerah.
”Setiap langkah BNN RI itu bagus dan dampaknya nyata. Saya berharap ke depan tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi prasarana rehabilitasi di setiap BNN Provinsi (BNNP) juga harus diperhatikan dan wajib diadakan secara merata,” tegas Agus Flores menutup pernyataannya.

















Tinggalkan Balasan